Thursday, July 3, 2008

Hukum Meninggalkan Shalat Dengan Sengaja Tanpa Mengingkari Kefardhuannya.

Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah berkata: Kaum muslimin tidak berselisih, bahawa meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja merupakan dosa yang paling besar.Dosa meninggalkan shalat dengan sengaja di sisi Allah lebih besar dari membunuh, mencuri, berzina dan minum minuman keras.Meninggalkan shalat dengan sengaja akan mendatangkan murka dan adzab Allah s.w.t serta kehinaan dunia dan akhirat.

Para ulama berselisih pendapat tentang apakah ia harus dibunuh dan bagaimana cara membunuhnya, juga tentang apakah ia kafir atau tidak. Sufyan bin Sa'id ats-Tsauri, Abu 'Amr al-Auza'i , Abdullah bin Al- Mubarak, Hammad bin Zaid, Waqi' bin al-Jarrah, Malik bin Anas, Muhammad bin Idris asy-Syafie, Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Rahawaih dan yang mengikuti mereka mengatakan bahawa orang ini harus dibunuh.

Sementara Ibnu Syihab az-Zuhri, Sa'id bin al-Musayyab, Umar bin Abd Aziz, Abu Hanifah, Dawud bin 'Ali dan al-Muzani rahimahullah berpendapat ia tidak dibunuh tetapi ditahan sampai mati atau bertaubat.Kemudian Ibnul Qayyim menyebutkan dalil dari masing-masing kelompok dalam sebuah perbahasan khusus yang sangat menarik.

Muhammad bin Nashr mengatakan:"Lalu kami sebutkan hadith-hadith yang datang dari Rasulullah s.a.w tentang kafirnya orang yang meninggalkan shalat dan keluarnya mereka dari millah (agama) dan diperbolehkannya memerangi mereka yang menolak mengerjakannya.Riwayat-riwayat seperti ini juga telah datang dari para sahabat dan kita kami temui perselisihan pendapat dari seorangpun dari mereka.

"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang mensia-siakan shalat dan yang memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemukan kesesatan.Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal soleh maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun"-QS. Maryam:59-60.

No comments: